Anak Pilih-Pilih Makanan? Ini Strategi Mengatasinya


Anak Pilih-Pilih Makanan? Ini Strategi Mengatasinya

Anak Pilih-Pilih Makanan? Ini Strategi Mengatasinya

Ibu, rasanya repot ya, ketika kita ingin memberikan nutrisi terbaik, namun si kecil malah cenderung pilih-pilih makanan. Ini terkadang bisa membuat orangtua merasa frustrasi, dan jadi malas menyiapkan makanan bergizi untuk si kecil, lho. Tapi, jangan menyerah dulu, Bu.

 

Lucy Cooke, seorang peneliti dari University College London, mengatakan bahwa, pilih-pilih makanan adalah sebuah fase normal dari perkembangan seorang anak. Menurutnya, secara bertahap fase ini akan hilang, terutama jika orangtua membantu prosesnya. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa, anak-anak merespon makanan sebenarnya secara sederhana: makanan yang menjadi kebiasaan adalah makanan yang lezat. Ketika anak diperkenalkan dengan banyak rasa, secara naluriah mereka menjadi pemilih; makanan manis dan asin lebih enak daripada yang asam dan pahit. Ini memungkinkan makanan cepat saji dan tinggi kadar gula lebih dipilih ketimbang sayuran. Tapi, jangan khawatir. Strategi berikut mungkin bisa ibu coba.

 

  • Ketidaksukaan anak dengan makanan tertentu bisa diatasi dengan memberikannya makanan tersebut berulang-ulang kali. Ibu tentu pernah dengar pepatah “Alah bisa karena biasa”, bukan? Nah, itulah mengapa ibu memang harus bersabar, dan mulai menawarkan anak mencicipi sayur dan buah yang manis, seperti wortel atau labu, dan tidak mendorong mereka makan sayuran yang pahit atau berwarna gelap, seperti bayam. Namun, jika mereka tetap menolak, terus cobalah di lain hari. Berikan pula buah yang matang dan manis, dan tunda pemberian buah yang asam hingga selera makan anak berkembang. Jangan terlalu memaksa, karena hanya akan terjadi perlawanan.

 

  • Anak-anak tertarik dengan hal yang dilakukan oleh orang tuanya. Oleh karenanya, buatlah kegiatan yang berhubungan dengan urusan makan keluarga, termasuk berbelanja, masak bersama, mengunjungi peternakan, atau melihat kebun sayur dan buah. Ini dapat membantu anak-anak belajar untuk menghargai, dan mungkin bahkan mencoba makanan baru.

 

  • Berikan makanan pada si kecil ketika dirinya sudah benar-benar lapar, dan jangan menyediakan makanan yang dilarang. Jika ibu melarang minuman bersoda, jangan sediakan minuman itu di rumah. Dengan kata lain, hanya pasok asupan bergizi di rumah. Sediakanlah buah untuk cemilan.

 

  • Konsumsilah makanan yang sama dengan anak, dan makanlah bersama-sama. Anak akan melihat orang tuanya pun makan sayur tanpa pilih-pilih. Jangan lupa juga untuk menciptakan suasana makan yang menyenangkan, dan kreasikan bahan makanan, terutama sayur, agar terlihat menarik. Buatlah makanan ala bento Jepang, yang diberi hiasan dan dibentuk.

 

Selamat mencoba ya Bu. Semoga si kecil tidak lagi pilih-pilih makanan.

 

Salam,

KALBE e-Store