Anak Pelaku Cyberbullying, Bagaimana Cara Mengatasinya?


Anak Pelaku Cyberbullying, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Anak Pelaku Cyberbullying, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Tindakan perundungan yang terjadi saat ini sudah masuk ke dalam dunia digital. Tindakan ini lebih dikenal sebagai cyberbullying. Menurut beberapa ahli, cyberbullying merupakan tindakan intimidasi, penindasan, atau bentuk tindakan kekerasan lain yang dilakukan pada dunia maya. Cyberbullying dapat dilakukan oleh semua kalangan usia, tidak terkecuali anak-anak.

 

Di Indonesia, kasus cyberbullying yang dilakukan oleh anak-anak sudah sering terjadi. Bahkan kasus ini sering kali dialami oleh artis yang melakukan penelusuran terhadap akun-akun yang melakukan cyberbullying kepada mereka atau keluarga. Kejadian seperti ini tentunya sangat disayangkan, karena kemajuan teknologi serta kebebasan untuk berpendapat disalahgunakan oleh anak di bawah umur. Padahal saat ini Indonesia juga sudah memiliki Undang-Undang ITE yang di dalamnya terdapat peraturan mengenai tindakan bully melalui Informasi Elektronik atau Dokumen Elektronik.

 

Kenapa anak bisa melakukan cyberbullying?

 

ketahui penyebab anak melakukan tindakan perundungan

 

Tindakan perundungan yang dilakukan pada sosial media tentunya memiliki motivasi tersendiri. Berikut ini ada beberapa hal yang mendasari seorang anak untuk melakukan cyberbullying.

1. Melakukan balas dendam

Ketika seorang anak diganggu oleh anak lainnya, terdapat keinginan untuk membalasnya. Namun sayangnya tindakan balas dendam ini cenderung dilakukan dengan cara yang tidak sehat. Korban perundungan ini berpikir bahwa tindakannya dapat dibenarkan, karena dia sendiri mengalami pelecehan atau disiksa. Korban ingin menunjukkan kepada orang lain apa yang telah mereka rasakan. Sehingga tindakan bully yang dilakukan menyasar pada korban lain yang dianggap lebih lemah daripada dirinya.

 

2. Merasa korban bersalah

Perundungan di kehidupan dapat terjadi karena status sosial seseorang. Misalnya seorang anak yang pintar mendapatkan bully dari teman-temannya untuk menurunkan statusnya sebagai murid yang berprestasi. Hal ini terjadi karena rasa cemburu pelaku terhadap korban sehingga merasa harus menurunkan status sosial.

 

3. Anak merasa bosan

Perasaan bosan dapat membuat seorang anak melakukan tindakan perundungan. Rasa bosan dapat timbul karena anak merasa kurang perhatian dari orang tua. Akibatnya internet menjadi satu-satunya hiburan bagi anak untuk mendapatkan perhatian. Cyberbullying dianggap sebagai hiburan yang menurut anak sesuatu yang seru dengan membuat drama pada dunia maya.

 

4. Anak merasa semua orang melakukan cyberbullying

Tindakan cyberbullying dapat dilakukan ketika anak merasa semua orang melakukan hal yang sama. Dengan menyampaikan celaan dan ada pihak yang mendukung, membuat anak merasa masuk ke dalam kelompok sosial dengan pandangan yang sama. Sehingga anak merasa tidak masalah jika melakukan cyberbullying kepada orang lain.

 

5. Merasa tidak akan tertangkap

Beberapa sosial media menyediakan layanan anonim bagi penggunanya. Tetapi anonimitas internet ini membuat pelaku cyberbullying merasa aman karena tidak menganggap tidak mudah tertangkap akibat perilaku buruknya. Apalagi pada kasus cyberbullying, pelaku tidak melihat reaksi korban terhadap pelecehan yang telah dilakukan sehingga membuatnya mudah mengatakan atau melakukan hal yang negatif.

 

Cara orang tua untuk mengatasi anak yang menjadi pelaku cyberbullying

 

Mengatasi cyberbullying oleh anak-anak diperlukan peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak pada sosial media. Sebab perilaku cyberbullying penting sekali diatasi, bukan menunggu perilaku tersebut hilang dengan sendirinya. Lakukan pembicaraan tegas dengan anak mengenai tindakan cyberbullying serta dampak negatifnya baik bagi anak maupun korban. Ingatkan anak bahwa tindakan perundungan dalam bentuk apapun tidak dibenarkan dalam kehidupan bermasyarakat. Apalagi di Indonesia terdapat Undang-Undang yang bisa menidaklanjuti tindakan perundungan secara hukum.

 

Orang tua juga perlu memberi tahu bahwa fasilitas digital yang diberikan kepada anak bertujuan untuk kemudahan komunikasi antar anggota keluarga. Sehingga orang tua berhak mengetahui segala aktivitas yang dilakukan anak menggunakan gawai atau laptop yang diberikan. Jika anak melakukan hal negatif dengan fasilitas digital yang diberikan, orang tua dapat memberikan tindakan tegas. Lakukan juga konsultasi dengan guru atau bahkan psikolog untuk mengidentifikasi situasi yang menyebabkan anak melakukan tindakan perundungan kepada orang lain.

 

Itulah penjelasan mengenai penyebab dan cara mengatasi tindakan cyberbullying yang dilakukan oleh anak-anak. Sebagai orang tua, Anda memang perlu mengawasi aktivitas anak baik dalam kehidupan nyata atau dunia maya. Jangan lupa juga untuk tetap memberikan nutrisi untuk mendukung tumbuh kembang anak dengan susu Zee yang bisa Anda dapatkan dengan mudah di sini.

 

beri nutrisi Zee untuk dukung pertumbuhan anak

 

Salam,

KALCare

 

Sumber:

https://www.verywellfamily.com/reasons-why-kids-cyberbully-others-460553

https://kidshealth.org/en/parents/cyberbullying.html