Amankah Mengonsumsi Jamu Selama Masa Kehamilan?

Amankah Mengonsumsi Jamu Selama Masa Kehamilan?

Selama masa kehamilan, Anda harus lebih memperhatikan asupan nutrisi, baik yang berasal dari makanan maupun minuman yang Anda konsumsi sehari-hari. Begitu pula dengan resep-resep makanan serta minuman tradisional, seperti jamu. Anda perlu menaruh perhatian lebih pada tingkat keamanannya, dan mempelajari ada atau tidaknya potensi risiko terhadap kesehatan Anda serta janin yang sedang Anda kandung.

Kenyataannya, meskipun jamu terbuat dari bahan-bahan herbal, namun belum tentu aman dikonsumsi oleh ibu hamil, terutama jika belum diuji secara klinis. Sebagian besar jamu memang terbukti mampu menyehatkan tubuh, tapi ada juga beberapa hal yang harus diperhatikan, jika ibu hamil ingin mengonsumsi jamu selama masa kehamilannya.

 

Menurut sebagian besar ahli, resep jamu sebaiknya dibedakan menurut fase kehamilan, agar tujuannya untuk membantu menjaga kesehatan ibu dan janin tetap terjaga. Namun, yang perlu Anda ingat adalah, jamu tidak boleh diberikan kepada bayi yang baru lahir, dan selama proses menyusui berlangsung. Jika ibu hamil ingin mengonsumsi jamu sebagai minuman herbal alami, seharusnya ibu hamil tahu dan paham mengenai jenis jamu tersebut, serta manfaat dan efeknya (jika ada) bagi tubuh ibu hamil dan jabang bayinya.

 

Sebuah kasus pernah terjadi di Yogyakarta. Kala itu, seorang ibu hamil meminum jamu cabe puyeng hingga usia trimester akhir. Ternyata, ibu tersebut mengalami masalah kontraksi selama melahirkan. Setelah diselidiki, jamu cabe puyeng tidak disarankan untuk dikonsumsi hingga usia kehamilan trimester akhir. Namun, jenis jamu ini baik dikonsumsi pada masa awal kehamilan, untuk mencegah terjadinya keguguran. Nah, untuk mencegah hal buruk tersebut terjadi lagi, sebaiknya ibu hamil harus memahami bahan dasar pembuatan jamu. Pilihlah jamu yang diracik dari bahan-bahan yang bebas racun, tepat sesuai dengan tujuan penggunaannya, mengandung dosis yang tepat, serta waktu yang tepat untuk mengonsumsi jamu tertentu.

 

Jika ibu ragu, sebaiknya konsultasikanlah kepada ahli, seperti dokter atau ahli nutrisi. Jangan sampai jamu malah membahayakan ibu dan janin selama masa kehamilan berlangsung. Semoga informasi tersebut bermanfaat, dan menambah wawasan ibu, ya.

 

Salam,

KALBE e-Store