Agar Anak Pintar ke Toilet Sendiri


Agar Anak Pintar ke Toilet Sendiri

Agar Anak Pintar ke Toilet Sendiri

Melatih anak menggunakan toilet secara mandiri dan meninggalkan kebiasaannya menggunakan popok merupakan sebuah hal yang menantang bagi semua orangtua. Namun, di sisi lain, juga merupakan satu langkah besar yang layak dijadikan milestone dalam perjalanan tumbuh-kembang si kecil.

 

Yang perlu menjadi perhatian orangtua adalah, melatih anak bertoilet secara mandiri (toilet training) tidak bisa dilakukan dalam waktu semalam. Dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan, tidak hanya dari Anda dan pasangan saja, namun juga dari semua orang yang biasa berinteraksi dengan si kecil, termasuk pengasuhnya, kakek-nenek, paman-bibi, dan lainnya. Jika orangtua tidak menyadari hal ini sejak awal, maka bukan tidak mungkin akan timbul perasaan frustasi, karena sudah melatih si kecil sedemikian lama, namun ia tak kunjung mampu buang hajat secara mandiri.

 

Perlu diketahui pula, kesiapan setiap anak untuk menjalani toilet training berbeda satu sama lain. Meskipun ada usia yang bisa dijadikan patokan awal untuk memulai toilet training pada anak, yakni pada usia 18-24 bulan, di saat anak mulai bisa mengontrol otot-otot di sekitar kemih dan rektumnya, serta sudah mulai pandai berjalan, berbicara, dan bisa memahami serta mengikuti instruksi-instruksi sederhana, namun Anda tetap tidak bisa menyamaratakan semua anak. Kenyataannya, ada anak yang memang membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami dan mempraktikkan toilet training. Biasanya, anak laki-laki membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk bisa menguasai keterampilan bertoilet secara mandiri ini, dibandingkan anak seusianya yang berjenis kelamin perempuan. Jadi, jangan putus asa jika anak tidak kunjung mahir bertoilet secara mandiri ya.

 

Faktanya, ada hal-hal yang bisa dipraktikkan, dan membuat toilet training lebih mudah dijalankan, baik oleh Anda maupun oleh si kecil sendiri. Apa saja caranya? Mari disimak.

 

Agar Anak Pintar Menggunakan Toilet Sendiri

 

  • Tetapkan jadwal

Sama seperti yang sudah kami bicarakan pada artikel sebelumnya di sini, untuk memudahkan anak Anda mahir menggunakan toilet secara mandiri, Anda perlu membuat jadwal kapan si kecil makan dan minum, agar Anda bisa memprediksi kapan ia perlu pergi ke toilet untuk buang air kecil dan besar. Selain itu, Anda juga bisa membuat jadwal rutin bertoilet dengan si kecil. Misalnya, saat ia baru bangun di pagi hari, Anda bisa membiasakannya untuk buang air di toilet. Jika hal ini rutin dilakukan setiap hari, lambat laun ia akan terbiasa, dan mulai mempraktikkannya secara mandiri, tanpa perlu Anda minta lagi. Jika awalnya si kecil menolak, Anda bisa mencoba mengajaknya lagi dengan cara yang lebih menyenangkan. Hindari pemaksaan, dan apabila ia mengalami kesulitan, misalnya terlanjur mengompol sebelum sampai di toilet, atau kesulitan buang air saat sudah di toilet, tetaplah sabar, dan jangan malah berbalik memarahinya. Hal ini hanya akan menimbulkan trauma pada diri si kecil.

 

  • Mulai mengganti popoknya dengan celana

Anak-anak biasanya akan sangat bersemangat saat orangtuanya menyebutnya “sudah besar”. Ia menganggap hal ini sebagai sebuah pujian, karena artinya ia sudah semakin pintar dan membanggakan orangtuanya. Jadi, cobalah untuk mulai mengurangi penggunaan popok kertasnya, dan ganti dengan menggunakan popok kain atau celana. Katakan padanya, “Adik sekarang sudah besar, jadi sudah harus menggunakan celana ini, jangan menggunakan popok lagi”. Ia akan semakin bersemangat, dan menjadi terpicu untuk cepat mahir bertoilet secara mandiri.

 

  • Biarkan anak bermain di toilet

Orangtua seringkali melarang anak membawa mainannya ke dalam kamar mandi. Di satu sisi, sebenarnya hal ini tidak salah, karena jika mainan dibawa ke dalam kamar mandi, bisa saja terciprat air dan menjadi rusak. Namun, saat Anda mengajarinya toilet training, cobalah untuk mengabaikan hal itu sejenak. Jika anak membawa mainannya saat berlatih menggunakan toilet secara mandiri, keuntungannya adalah ia akan dapat duduk tenang, tanpa banyak bergerak, untuk waktu yang lebih lama. Dengan begitu, Anda pun akan lebih mudah untuk membimbing dan melatihnya bertoilet.

 

  • Beli permainan toilet

Mungkin Anda pernah melihat satu set boneka lengkap dengan toiletnya, di mana boneka tersebut memiliki celana yang bisa dilepas dan dipasang kembali? Terutama jika anak Anda perempuan, Anda mungkin bisa membelikan boneka ini. Melalui permainan ini, anak akan dapat memahami konsep bertoilet dengan lebih baik.

 

  • Hiasi toilet dengan menarik

Kunci utama dalam toilet training adalah membuat toilet sebagai lingkungan yang nyaman bagi si kecil. Anda bisa menghiasi toilet dengan perangkat kamar mandi yang lucu dan menarik. Misalnya, Anda bisa membeli dudukan toilet untuk anak-anak dengan warna-warni cerah, atau Anda juga bisa mengajaknya memilih dan membeli pispot atau potty chair untuk dipakainya.

 

  • Berikan penghargaan

Mampu bertoilet secara mandiri adalah suatu pencapaian. Tentunya, setiap pencapaian membutuhkan penghargaan. Untuk memotivasi si kecil, Anda dapat menjanjikannya suatu hadiah jika ia mahir menggunakan toilet secara mandiri selama kurun waktu tertentu. Satu cara seru yang bisa Anda gunakan adalah dengan menggunakan papan skor. Letakkan papan di depan pintu kamar mandi dengan tinggi yang bisa dicapai si kecil. Sediakan juga sticker yang bisa langsung ditempelkan oleh si kecil. Setiap kali ia bisa buang air besar, buang air kecil, mandi atau menyikat gigi sendiri, Anda bisa menempelkan satu sticker di atas papan tersebut. Jika papan tersebut sudah penuh, Anda bisa memberikan penghargaan pada si kecil, misalnya dengan mengajaknya pergi ke taman bermain yang ia sukai, atau memberikannya makanan yang ia gemari.

 

Toilet training bisa menjadi kegiatan yang seru dilakukan, dan menjadikan kedekatan antara anak dan orangtuanya semakin erat.

 

Salam,

KALBE Store