9 Cara Memperkuat Sistem Pertahanan Tubuh (Part 1)

9 Cara Memperkuat Sistem Pertahanan Tubuh (Part 1)

Di tengah masa pancaroba, di mana cuaca yang panas terik bisa dalam sekejap berubah menjadi hujan deras disertai guruh petir, Anda akan semakin rentan dengan serangan penyakit, terutama penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas, seperti flu, pilek dan batuk. Untuk menghindarinya, Anda perlu membentengi tubuh Anda dengan sistem kekebalan yang mumpuni.

 

Tidak harus mengandalkan obat-obatan atau suplemen. Sebenarnya, ada 9 cara praktis yang dapat Anda lakukan yang akan memperkuat sistem pertahanan tubuh Anda. Beberapa diantaranya mungkin tidak Anda sadari, atau bahkan tidak Anda duga sama sekali. Apa saja caranya?

 

Pada artikel-artikel sebelumnya, kami sudah pernah membahas 6 hal yang bisa Anda lakukan. Pada artikel kali ini, kami akan membahas 3 hal terakhir yang tak kalah praktis dan bisa Anda lakukan untuk memperkuat sistem pertahanan tubuh dari serangan penyakit. Mari disimak pembahasan kami kali ini.

 

 

> Perbanyak olah fisik

Menurut studi, satu dari empat wanita di Amerika tidak pernah berolahraga – sama sekali! Kami tidak menemukan statistik yang terjadi di Indonesia, namun dengan asumsi bahwa angkanya tidak akan berbeda terlalu jauh, dapat disimpulkan bahwa kemungkinan Anda terserang penyakit sangatlah tinggi. Ketika periset membandingkan kualitas kesehatan orang-orang yang tidak aktif dengan mereka yang terbiasa berjalan santai setidaknya beberapa jam setiap hari, mereka menemukan bahwa responden yang tidak pernah berjalan kaki mengambil lebih banyak ijin sakit dibandingkan mereka yang lebih aktif.

 

 

> Apa yang bisa kita pelajari?

Para ahli menyarankan agar Anda melakukan latihan aerobik setidaknya 30 menit. Tidak perlu susah, cukup dengan berjalan kaki dengan kecepatan moderat saja. Tujuannya adalah, untuk memposisikan sel-sel darah putih kembali ke dalam sistem sirkulasi darah, dan membuat sistem imunitas tubuh Anda berfungsi dengan lebih lancar.

 

 

 

 

> Hindari menjadi perokok pasif

Anda mungkin sudah bosan mendengar bagaimana pengaruh buruk rokok pada tubuh Anda, apabila Anda menjadi perokok aktif. Tapi, coba tebak, menjadi perokok pasif ternyata sama saja buruknya. Setiap tahunnya, tak kurang dari 3.000 warga Amerika Serikat yang merupakan perokok pasif meninggal akibat kanker paru, dan sekitar 300.000 anak-anak menderita infeksi saluran pernapasan bawah akibat paparan asap rokok. Menjadi perokok pasif juga bisa memicu timbulnya serangan asma, dan gejala yang lebih buruk bagi mereka yang sudah memiliki bawaan alergi sebelumnya. Selain itu, asap rokok juga telah terbukti dapat memperburuk kondisi asma pada anak-anak pra-sekolah, dan bahkan bisa menjadi salah satu tersangka pemicunya.

 

 

> Apa yang bisa kita pelajari?

Tentu saja, Anda perlu meminimalisir paparan asap rokok sebisa mungkin. Jadi, cobalah mengurangi intensitas pertemuan dengan rekan dan sahabat yang aktif merokok. Selain itu, jadilah agen perubahan, dengan mengajak orang-orang di sekitar Anda (seperti suami/istri, orangtua, tetangga, atau rekan kerja Anda) untuk berhenti merokok.

 

 

 

 

> Kurangi antibiotic. 

Tahukah Anda, jika Anda seringkali mengasup antibiotik, bahkan untuk mengatasi gejala awal penyakit yang sebenarnya belum berkembang, lambat laun akan membuat Anda resisten terhadap zat antibiotik yang dikandungnya, dan justru akan menimbulkan potensi kesehatan yang lebih berbahaya. Para peneliti menemukan bahwa, pasien yang kerap kali mengkonsumsi antibiotik memiliki sitokin yang lebih sedikit. Sitokin sendiri dikenali sebagai hormon pembawa pesan yang sangat berandil dalam sistem imunitas tubuh. Ketika sistem imunitas tubuh Anda terdesak, Anda lebih mudah terserang bakteri yang resisten, atau terserang penyakit di kemudian hari.

 

 

> Apa yang bisa kita pelajari?

Gunakan antibiotik hanya untuk mengobati penyakit yang timbul akibat serangan bakteri, gunakan pada saat yang tepat, dan pastikan Anda menghabiskan satu set pengobatan antibiotika tersebut untuk menghindari resistensi di waktu mendatang. Jangan menggunakan antibiotik untuk mencegah serangan penyakit, terkecuali jika memang diresepkan oleh dokter Anda. Dan, jangan menyimpan atau membagi obat antibiotik yang belum Anda habiskan.

 

 

Telusuri semua tips untuk membuat sistem kekebalan tubuh Anda berada dalam kondisi prima, hari ini dan nanti. Jika Anda merasa butuh asupan imunitas tambahan, konsumsi suplemen yang tepat, seperti Fatigon putih, untuk stamina dan daya tahan tubuh Anda.

 

 

 

Salam,

KALCare