9 Cara Memperkuat Sistem Pertahanan Tubuh (Part 2)

9 Cara Memperkuat Sistem Pertahanan Tubuh (Part 2)

Di tengah masa pancaroba, di mana cuaca yang panas terik bisa dalam sekejap berubah menjadi hujan deras disertai guruh petir, Anda akan semakin rentan dengan serangan penyakit, terutama penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas, seperti flu, pilek dan batuk. Untuk menghindarinya, Anda perlu membentengi tubuh Anda dengan sistem kekebalan yang mumpuni.

 

Tidak harus mengandalkan obat-obatan atau suplemen. Sebenarnya, ada 9 cara praktis yang dapat Anda lakukan yang akan memperkuat sistem pertahanan tubuh Anda. Beberapa diantaranya mungkin tidak Anda sadari, atau bahkan tidak Anda duga sama sekali. Apa saja caranya? Mari disimak pembahasan kami kali ini.

 

> Jangan terbiasa memendam perasaan

Seorang personal coach pernah mengatakan bahwa, emosi yang terpendam ibarat sebuah kendi tertutup yang dipanaskan terus menerus. Lambat laun, kendi tersebut tidak akan bisa menahan luapan panas yang dikandungnya, dan akan meledak. Sebaliknya, jika emosi itu Anda salurkan secara terarah dan sehat, maka ibaratnya kendi tersebut diberikan celah untuk memuaikan panas yang dikandungnya, sehingga tidak menyebabkan ledakan yang parah. Teori ini sesuai dengan hasil riset yang ditemukan oleh para peneliti dari University of California Los Angeles (UCLA).

 

Mereka meminta 41 pasangan suami-isteri yang memiliki hubungan pernikahan yang harmonis untuk mendiskusikan masalah yang dihadapi dalam pernikahannya selama 15 menit. Para peneliti tersebut mendapati peningkatan tekanan darah, denyut jantung, dan sel-sel darah yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh. Semua indikasi tersebut setara dengan yang terlihat saat seseorang selesai melakukan olahraga dengan tingkat moderat. Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Meskipun Anda sebaiknya mengekspresikan apa yang Anda rasakan, namun pastikan Anda tetap menjaga cara penyampaian Anda, sebab ternyata pasangan suami-isteri yang terbiasa menggunakan kalimat-kalimat sarkasme, saling menghina, dan menjatuhkan memiliki jumlah sel-sel alami pemerang virus yang lebih sedikit, serta hormon stress yang lebih tinggi.

 

Bahkan, mereka diketahui membutuhkan waktu yang 40% lebih lama untuk pulih dari penyakit yang dideritanya, dibandingkan dengan pasangan yang tetap memperlakukan pasangannya dengan penuh kasih, bahkan saat di tengah episode adu argumentasi.

 

 

> Apa yang bisa kita pelajari?

Jangan terbiasa memendam perasaan negatif Anda. Mereka yang terbiasa memendam emosi dan opini mereka sendiri – atau yang dikenal dengan golongan orang D – cenderung memiliki sel-T yang merupakan sel baik pembunuh bakteri alami yang kurang aktif, dibandingkan dengan sebayanya yang lebih ekspresif dalam mengungkapkan perasaannya.

 

 

> Belajar mengelola stress

Stress kronis, yang biasanya terjadi saat Anda dituntut untuk selalu berada dalam timbunan pekerjaan tanpa akhir, atau saat Anda sedang berhubungan dengan anggota keluarga yang sedang sakit, dan masalah-masalah mengganggu pikiran lainnya, mempengaruhi banyak aspek kehidupan Anda, termasuk untuk urusan sistem kekebalan tubuh.

 

Sejumlah riset ilmiah telah menyimpulkan bahwa stress jenis ini menyebabkan penurunan yang signifikan pada kemampuan sistem imunitas tubuh untuk memerangi penyakit, jika dibandingkan dengan stress yang hanya terjadi sekali-kali, misalnya saat Anda sedang menghadapi hari yang buruk, atau saat Anda bertengkar dengan orangtua atau anak Anda sesekali.

 

Jika stress kronis terjadi untuk periode waktu yang lama, maka bisa berdampak pada berkurangnya jumlah sel pembunuh alami, sel-sel pembunuh T yang pergerakannya lebih lamban, dan menghilangnya aktivitas makrofag yang sebenarnya dapat meningkatkan respon imun. Fakta menarik lainnya, mereka yang baru saja bercerai atau yang pasangannya baru saja meninggal dunia cenderung lebih sering sakit selama setahun pertama setelah perpisahannya, jika dibandingkan sebayanya yang tidak pernah mengalami episode kehilangan seperti itu.

 

 

> Apa yang bisa kita pelajari?

Mandi air hangat atau menyalakan lilin aromaterapi mungkin akan bisa membantu – dalam jangka pendek – namun jika Anda ingin menghilangkan stress kronis, Anda sebaiknya menemukan sebuah hobi yang bisa menjadi penyaluran Anda setiap kali episode stress melanda Anda. Carilah penyaluran stress yang sehat, seperti berolahraga di pusat kebugaran, ikut kelas yoga atau kursus masak, dan sebagainya. Intinya adalah, temukan cara untuk dapat mengelola stress, karena sebagian besar waktu, Anda tidak bisa menghindari stress sepenuhnya.

 

 

> Hindari pinjam-meminjam barang

Kedengarannya sepele, namun dengan selalu membawa alat tulis Anda sendiri, mungkin Anda sudah menyelamatkan diri Anda dari serangan virus menular. Virus batuk dan pilek akan sangat mudah menular melalui kontak dari kulit-ke-kulit, bahkan melalui perantara benda, seperti pulpen. Jadi, semakin jarang Anda menggunakan benda-benda yang disediakan untuk umum, misalnya pulpen yang disediakan di konter bank, maka semakin kecil kemungkinan Anda untuk tertular virus.

 

 

> Apa yang bisa kita pelajari?

Mudah saja. Pastikan Anda selalu membawa alat tulis sendiri, dan minimalisir penggunaan alat tulis yang digunakan oleh orang ramai, seperti saat Anda akan menandatangani struk di depan kasir pembayaran, atau saat Anda menerima barang dari pihak ekspedisi, dan lainnya.

 

 

 

Salam,

KALBE Store