5 Penyakit Akibat Kekurangan Serat


5 Penyakit Akibat Kekurangan Serat

5 Penyakit Akibat Kekurangan Serat

Anda mungkin sering mendengar himbauan untuk memenuhi kebutuhan serat. Bukan tanpa alasan, himbauan ini perlu diingatkan karena serat merupakan salah satu nutrisi utama yang dibutuhkan oleh tubuh. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang mengalami kekurangan serat, bahkan tidak disadari. Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, lebih dari 90% penduduk Indonesia kurang asupan serat.

 

Secara umum, serat terbagi atas dua jenis yaitu serat larut air dan serat tidak larut air. Serat larut memiliki manfaat untuk mencegah penyerapan kolesterol di saluran pencernaan, mempertahankan rasa kenyang dalam waktu yang lama, serta menjaga kadar gula darah agar tetap stabil. Sedangkan serat tidak larut memiliki peran untuk membersihkan saluran cerna dan membentuk massa feses sehingga membantu melancarkan buang air besar. Anda bisa mendapatkan serat larut melalui serealia serta biji-bijian, sedangkan kacang-kacangan dan kembang kol mengandung serat tidak larut.

Kebutuhan serat memengaruhi kesehatan tubuh

 

pentingnya kebutuhan serat sebagai upaya menjaga kesehatan

 

Pola makan yang kaya serat tidak hanya berperan dalam melancarkan pencernaan dan memberi rasa kenyang. Tetapi memenuhi kebutuhan serat menjadi salah satu cara yang efektif untuk melawan penyakit. Berikut ini merupakan 5 penyakit yang dapat timbul akibat kekurangan serat.

 

1. Kolesterol tinggi atau penyakit jantung

Menurut hasil dari sebuah studi, makanan yang rendah kandungan kolesterol dan lemak jenuh, serta tinggi akan sayuran dan gandum utuh dapat menurunkan kolesterol sebanyak 0,5%-2% untuk setiap gram serat yang larut dalam air dan dikonsumsi setiap hari. Serat yang larut dalam air bersifat mengikat kolesterol dan membantu menyingkirkannya dari sistem pencernaan. Hal ini membuat kolesterol dalam darah menjadi turun, dan mengurangi penyimpanan kolesterol dalam pembuluh arteri. Dalam proses tersebut serat ini akan membentuk substansi menyerupai gel.

 

2. Diabetes

Kebutuhan serat yang tercukupi tidak hanya membantu penanganan diabetes lho Fams. tetapi juga menjadi upaya pencegahan diabetes yang efektif. Bahkan pada diet yang kaya serat terbukti mampu mengurangi risiko diabetes hingga 28%. Sedangkan pada pola makan tinggi gula dan rendah serat akan meningkatkan risiko perempuan dalam menciptakan diabetes tipe 2.

 

3. Kanker

Menurut National Cancer Institute, sekitar ⅓ kematian akibat kanker diakibatkan oleh pola makan  yang salah. Menurut hasil penelitian lainnya, diet yang rendah lemak dan tinggi serat seperti mengonsumsi gandum utuh, buah-buahan, dan sayuran dapat mengurangi risiko kanker. Seperti kanker usus dan kanker anus.

 

4. Hemorrhoids

Hemorrhoids atau wasir merupakan kondisi vena yang membengkak di dekat anus dan usus besar bagian bawah. Kondisi ini dapat terjadi ketika terjadi paksaan mendorong atau mengejan pada saat buang air besar. Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat serta cukup banyak minum air dapat membantu mencegah dan menyingkirkan hemorrhoids. Sebab dengan melakukan hal tersebut, feses Anda menjadi lunak, sehingga mampu melewati sistem pencernaan dengan mudah.

 

5. Irritable bowel syndrome (IBS)

Irritable bowel syndrom merupakan kondisi perut yang bergejolak, saraf-saraf, dan otot-otot pada usus beras menjadi sangat sensitif terhadap beberapa jenis makanan. Efeknya perut akan mengalami kram, kembung, ingin buang angin secara terus-menerus karena penuh gas, diare, dan konstipasi. Kondisi IBS memang tidak dapat diobati, tetapi gejala dapat dikurangi dengan mengonsumsi obat-obatan tertentu, mengurangi stres, dan menghindari pemicunya. Anda juga dapat mengonsumsi makanan mengandung serat seperti gandum utuh dan sayuran untuk mengurangi gejala IBS terutama konstipasi. Sehingga Anda tidak perlu mengejan saat buang air besar karena feses menjadi lunak dan utuh.

 

Itulah 5 penyakit yang dapat terjadi karena kekurangan mengonsumsi makanan berserat. Jika Anda tidak terbiasa mengonsumsi banyak serat, lakukan percobaan mengubah pola makan secara perlahan dan bertahap. Anda juga bisa membantu memenuhi kebutuhan serat dengan mengonsumsi Nutrive Fibershot yang merupakan minuman tinggi serat. Nutrive Fibershot mengandung 16 sari buah dan sayur untuk membantu memelihara saluran pencernaan dan memenuhi kebutuhan serat harian. Anda bisa mendapatkan Nutrive Fibershot dengan mudah di sini. Yuk mulai hidup sehat dengan memenuhi kebutuhan serat harian agar terhindar dari penyakit bersama Nutrive Fibershot.

 

cegah penyakit akibat kekurangan serat dengan Nutrive Fibershot

 

Salam,

KALCare

 

Sumber:

https://lifestyle.kompas.com/read/2009/12/03/17192455/penyakit.akibat.kekurangan.serat