5 Penyakit Akibat Kekurangan Kalsium

5 Penyakit Akibat Kekurangan Kalsium

Fams mungkin sudah tahu bahwa kalsium merupakan salah satu komponen penting yang dibutuhkan tubuh. Kalsium adalah mineral yang terdapat di dalam tubuh, terdapat juga dalam beberapa makanan, serta tersedia dalam suplemen makanan atau dalam bentuk obat.

pentingnya kalsium untuk menghindari tubuh dari penyakit tertentuKalsium diperlukan untuk kontraksi pembuluh darah dan vasodilatasi, fungsi otot, transmisi saraf, sinyal intraseluler dan sekresi hormonal, serta disimpan pada tulang dan gigi untuk mendukung struktur dan fungsinya. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga agar tubuh tidak mengalami kekurangan kalsium. Berikut ini merupakan takaran kebutuhan kalsium harian berdasarkan usia.

 

Usia Laki-laki Perempuan Hamil Menyusui
0-6 bulan 200 mg 200 mg
7-12 bulan 260 mg 260 mg
1-3 tahun 700 mg 700 mg
4-8 tahun 1000 mg 1000 mg
9-13 tahun 1300 mg 1300 mg
14-18 tahun 1300 mg 1300 mg 1300 mg 1300 mg
19-50 tahun 1000 mg 1000 mg 1000 mg 1000 mg
51-70 tahun 1000 mg 1200 mg
71+ tahun 1200 mg 1200 mg

 

Penyakit akibat kekurangan kalsium

 

Pemenuhan kalsium yang tidak sesuai dengan kebutuhan atau defisiensi kalsium dapat memengaruhi kesehatan tubuh. Salah satunya adalah timbul beberapa penyakit akibat kekurangan kalsium. Berikut merupakan 5 penyakit yang dapat muncul akibat kekurangan kalsium.

 

  • Rakitis

 

Rakitis adalah pelunakan dan melemahnya tulang yang umumnya terjadi pada anak-anak akibat kekurangan vitamin D yang ekstrem dan berkepanjangan. Sebab vitamin D membantu tubuh anak menyerap serta mempertahankan kadar kalsium dan fosfor dari makanan untuk tulang. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan anak.

 

Gejala rakitis sendiri dapat ditandai dengan pertumbuhan tubuh serta keterampilan motorik anak yang tertunda, nyeri pada tulang belakang, panggul, dan kaki, serta otot yang lemah. Rakitis juga menyebabkan kelainan bentuk pada tulang seperti kaki tertekuk atau lutut terbentur, pergelangan tangan dan kaki menebal, serta proyeksi tulang dada.

 

 

  • Hipokalsemia

 

Hipokalsemia adalah kondisi di mana kadar kalsium yang rendah dalam plasma darah. Hipokalsemia dapat disebabkan oleh produksi kalsium yang rendah atau sirkulasi kalsium yang tidak mencukupi dalam tubuh Anda.

 

Untuk gejalanya sendiri, hipokalsemia dapat ditandai dengan otot kaku, kejang otot, masalah memori, kesulitan berbicara atau menelan, hingga perubahan suasana hati seperti kecemasan dan depresi. Dalam kondisi berat hipokalsemia dapat menyebabkan kejang, aritmia, hingga gagal jantung kongestif.

 

 

  • Osteoporosis

 

kekurangan kalsium menyebabkan penyakit osteoporosis

Osteoporosis merupakan penyakit yang menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh. Dalam kondisi parah, osteoporosis dapat menyebabkan patah tulang. Memang osteoporosis kerap dijumpai pada lansia, tetapi dapat terjadi juga pada usia 30 tahunan, serta perempuan yang sudah menopause. Rata-rata osteoporosis sering terjadi di pada tulang pinggul, pergelangan tangan, atau tulang belakang.

 

Biasanya osteoporosis tidak memiliki gejala awal pada tahap pengeroposan tulang. Tetapi jika tulang sudah melemah akibat osteoporosis, beberapa gejala yang mungkin dialami adalah sakit punggung, kehilangan tinggi badan seiring bertambahnya waktu, postur tubuh bungkuk, dan tulang menjadi mudah patah.

 

 

  • Osteomalasia

 

Osteomalasia merupakan penyakit yang mengacu pada pelunakan tulang yang ditandai dengan tubuh yang menjadi bungkuk terutama pada tulang kaki yang menahan beban. Selain itu kondisi osteomalasia menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan untuk mendapatkan tulang yang kuat hingga patah tulang. Penyakit ini utamanya disebabkan oleh kekurangan vitamin D yang parah.

 

Tanda osteomalasia awal dapat dilihat menggunakan sinar-X atau tes diagnostik lainnya. Pada tahap selanjutnya, penderita dapat mengalami nyeri tulang dan kelemahan otot. Akibatnya tulang kaki menjadi lemah, gaya berjalan terhuyung-huyung, dan sulit serta lambat dalam berjalan.

 

 

  • Darah tinggi

 

Terakhir, kekurangan kalsium dapat berpengaruh terhadap tekanan darah. Kalsium penting bagi tekanan darah yang sehat karena membantu kinerja pembuluh darah. Hal ini berkaitan dengan kesehatan tulang dan pelepasan hormon serta enzim yang dibutuhkan oleh sebagian besar tubuh.

 

Jika tubuh mengalami kekurangan kalsium dalam waktu yang cukup lama, akan menyebabkan masalah yang lebih serius. Sebab darah tinggi dapat menyebabkan gangguan pada organ tubuh utama yang menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Mungkin ada sebagian dari Anda yang tidak menyangka bahwa kekurangan kalsium bisa memicu banyak penyakit berbahaya. Tapi percayalah, semua itu benar adanya. Untuk memenuhi kebutuhan kalsium setiap hari, Anda bisa mengonsumsi susu secara rutin. Namun tentu saja, akan jauh lebih baik jika Anda mengonsumsi susu tinggi kalsium seperti susu Entrasol.

Anda bisa mendapatkan Susu Entrasol dengan mudah hanya di KALCare. Temukan juga berbagai informasi menarik lainnya di KALCare melalui artikel serta sosial media. Bahkan Anda juga bisa mengikuti kulwap atau mendapatkan informasi promo menarik dengan bergabung dalam WhatsApp dan Telegram KALCare.

 

Salam,

KALCare

(CM)

 

Sumber:

  • Harvard Edu. Diakses pada 2021. Key Minerals To Help Control Blood Pressure.
  • Healthline. Diakses pada 2021. Hypocalcemia.
  • National Institutes of Health. Diakses pada 2021. Calcium.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Rickets.
    Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Osteoporosis.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Osteomalacia.